Di sela terbaringnya di ranjang seraya menyelimuti seluruh tubuh, Zee ingat sesuatu. Apa itu? Ya, jelas ingat Aldan. Namun, apa? Kenapa ada Aldan? Ah, bukan, tepatnya kenapa lelaki itu masih hidup? Bukannya dia meninggal saat kecelakaan mobil? Bukannya lelaki itu kemarin berada di ruang otopsi? Lalu siapa yang ada di pantry dan memasak? Siapa yang menyahut perkataannya dan berdebat dengannya tadi? Siapa? Jika itu Aldan berarti itu yang memasak termasuk arwah. Aldan gentayang dan itu pasti karena dirinya. Pantas saja sekarang mereka bertemu, ternyata Aldan ingin balas dendam padanya. Menakutkan! Zee harus memastikan siapa yang ada di pantry itu. Siapa tahu juga kembaran Aldan? Bisa jadi! Kemungkinan di dunia ini banyak sekali. Dengan keberanian yang entah dapat dari mana, Zee menyi

