Terbaring lemah diatas tempat tidur dengan luka yang sangat serius. Kepala mendapatkan perban agar darah dari luka yang dijahit tidak lagi keluar dari sana. Bagaimana dengan wajahnya? Separuh hancur mungkin karena gesekan antara kulit dan aspal sehingga wajah sedikit membuat lukisan abstrak nan mengerikan. Sudah tiga hari tidak sadarkan diri dan sudah tiga hari pula, tidak ada yang peduli padanya. Hanya seorang suster berperawakan pendek yang menemukannya di pinggir danau yang bolak-balik mengecek kondisi lelaki itu. Tidak ada tanda pengenal sama sekali bahkan untuk ukuran ponsel saja tidak ada di kantong lelaki itu. Rumah sakit pinggir kota Jakarta tempat untuk menyembuhkan luka itu. Namun, entah bisa disembuhkan jika semua akses serba terbatas. “Suster Mery.” Dokter yang sudah bek

