"Lo dah siap?" Elvan tersenyum manis kepada Zee. Zee mengangguk dan membalas senyum Elvan tidak kalah manis. "Ayo berangkat. Masa iya kita telat nyampenya. Tuan rumahnya kan gue." Elvan menggandeng tangan Zee untuk berjalan menuju mobil. "Terima kasih," cicit zee. "Lo cantik banget malam ini," puji Elvan. "Benarkah? Padahal gue ragu banget sama penampilan gue. Baju gue juga hanya dress biasa. Gue gak tahu apa pantas atau malu-maluin lo nantinya." Zee sungguh tidak tahu apakah pakaiannya sudah pas dengan teman merayakan ulang tahun penerbit milik Elvan. "Apa pun yang lo pake tetap cantik kok. Gue gak bohong soal pujian ini. Jujur!" Elvan mengelus pelan rambut Zee. "Gue malu, ihh!" Pipi Zee merona merah. "Udah, ah. Yuk!" Elvan membuka pintu mobil dan membiarkan Zee masuk ke dalamnya

