Cinta itu memang menyakitkan jika hanya ada satu hati dan satu rasa tanpa rasa lain. Seseorang yang memandang harkat cinta tinggi lalu terjatuh layaknya buah busuk karena penolakkan tanpa rupa atau karena rasa hanya satu insan yang punya tidak untuk keduanya. Lantas, bagaimana bertahan jika ada air mata di dalamnya. Seorang pencinta bisa saja menyerah karena terlalu rapuh. Ada juga yang bertahan meskipun cinta telah membuat air matanya membentuk sungai rindu. Atau seseorang yang jatuh cinta jadi gelap mata lantaran terlalu terobsesi pada cinta itu sendiri. Pertanyaannya adalah apakah itu cinta atau hanya obsesi tanpa arah semata? Apakah cinta bisa membuat seseorang melenyapkan nyawa? Lupakan pertanyaan semacam itu! Karena pada dasarnya cinta tidak memiliki mata. Cinta tidak salah! La

