Ayuna kaget, dengan perlakuan Sadam yang kali ini. Lelaki itu berani menciumnya, meski tidak melakukan hal-hal 'lainnya' tetapi tetap saja, Sadam sangat kelewatan. Ayuna tidak suka Sadam yang seperti ini Plak! Ayuna menampar Sadam, meski tak sekeras tamparan lelaki, tapi Ayuna cukup yakin itu sakit. "Emang salah kalau aku mau memperbaiki hubungan yang sejak dulu baik-baik aja?" tanya Ayuna matanya sudah siap menumpahkan air mata. Sadam biarkan Ayuna marah, semakin Ayuna marah, akan semakin gampang Sadam memperbaiki perasaannya yang mungkin akan lebih sakit daripada ini. Misalnya, hanya dengan melihat Ayuna dengan lelaki lain. Dan dengan tamparan ini akan semakin membuat Sadam tahu diri, bahwa perasaannya ini tak akan pernah bisa terbalaskan, sesulit apapun Sadam berjuang. "Kalau mem

