KLG - 10 (REUNI)

1494 Kata
Sejak satu jam yang lalu Dea mengirimi pesan chat akan menuju rumahnya membuat Ayuna kalang kabut. Ia hampir lupa bahwa hari ini ada acara reuni yang minggu lalu ia bahas, dan bahkan Tante Dewi repot-repot membelikannya gaun untuk datang kesana. Ayuna sudah nge-gym 4 kali. 3 kali bersama Sadam, dan 1 kali pergi diam-diam tanpa sepengetahuan Sadam. Dan selama satu minggu itulah ia merasa tubuhnya menjadi lebih enteng, tidurnya lebih nyenyak. Dan bangun tepat waktu. Ayuna tak ingin menimbang berat badannya lebih dahulu, yang pasti Ayuna yakin tubuhnya sudah turun beberapa kilogram. Masih banyak angka yang harus ia turunkan demi tubuh sehat dan ideal. Ayuna sadar, selama ini ia telah menghabiskan banyak waktu untuk makan-makanan yang tidak sehat, mengkonsumsi junk food, nyemil tanpa batasan, dan parahnya ia seolah tak peduli soal tubuhnya yang makin membesar dan itu mengganggu sekali dengan gerak tubuhnya yang pasti makin terasa berat. Dan satu minggu ini cukup membuat Ayuna makin semangat untuk diet lagi. Ia mengkonsumsi beras merah sekali sehari, dan lebih banyak makan cemilan buah potong yang segar. Ayuna juga minum s**u low fat sekali sehari. Jika ia tak punya kerjaan, ia lebih memilih membaca buku diet yang ia beli online kemarin. Atau olahraga ringan di kamarnya sendiri. Semua ia baca dan mencobanya dengan tips yang lebih nyaman, sebisa yang ia lakukan. ~ Ayuna mematut tubuhnya di depan cermin ia mengenakan gaun yang di pilihkan Dea untuknya minggu lalu, dan itu pemberian Tante Dewi. Gaun itu membentuk tubuh dibagian atas ke pinggul, dan menutupi bagian paha Ayuna yang cukup besar. Gaun berwarna navy. Ayuna lihat tubuhnya tak terlalu gendut, dan ia bisa pede dengan baju ini ke reuni. Ayuna segera mempoles wajahnya dengan make up ala wanita Korea, dan rambutnya ia gerai keriting gantung dengan poni dan ia beri jepit mutiara putih dibagian kanan rambutnya. Memberi kesan baby face untuk Ayuna, setelah selesai, ia mengenakan heels tali setinggi 7 cm berwarna hitam, senada dengan tas selempang nya yang berwarna hitam. Setelah selesai, ia segera mengenakan parfumnya lalu bergegas memasukan dompet dan handphonenya, lalu turun ke lantai bawah agar ketika Dea datang ia segera bergegas berangkat bersama Dea. Dan yang pasti dengan Bang Sadam. Semenjak pembicaraan di hari senin hari pertama Ayuna dan Bang Sadam nge-gym bersama, Ayuna seakan memberi ruang jarak untuk Sadam. Ayuna tak ingin terlalu berharap, itu saja. Biar Sadam mencari wanita yang lebih dari dirinya, dan yang penting bukan Ayuna. Selang beberapa menit deru mobil berhenti di depan rumah Ayuna. Segera Ayuna bergegas menuju keluar rumah. Benar, itu mobil Sadam, dan lelaki itu sudah membukakan pintu depan untuknya. "Dea mana Bang?" tanya Ayuna keheranan. "Dea berangkat duluan, dan ngajak janjian ketemu di parkiran nanti" ucap Bang Sadam. "Kenapa enggak suruh gue pergi sendiri aja sih" ucap Ayuna kesal dengan sikap Dea. "Dea dijemput, udah nolak, tapi Dea enggak enak. Makanya pergi bareng". "Siapa sih yang jemput Dea? Perasaan tu anak enggak cerita lagi deket sama siapa-siapa deh" tanya Ayuna. "Sama Valdo" jawab Bang Sadam santai. "Valdo? Dea pacaran sama Valdo, Bang?" tanya Ayuna. ~ - Sadam POV "Lagi pdkt kali" jawab gue seadanya. "Perasaan Dea gak pernah cerita deh" ucap Ayuna yang hari ini tambah cantik. Apalagi dia dengan rambut begini, makin cantik dan imut. Ingin rasanya mengacak rambutnya, tapi kami belum berangkat ke acara reuni. Jadi nanti saja lah. "Masuk Ay, biar cepat sampai ke tempat tujuannya" ucap gue segera mengarahkannya untuk masuk ke dalam mobil. "Makasih Bang" ucapnya lalu menurut masuk ke dalam mobil. Setelah menutup pintu tempat gadis cantik gue duduk, gue langsung masuk dan melakukan mobil dengan kecepatan sedang. Kalau ngebut gue takut die lecet. Dia berharga banget bagi gue. Sepulang kerja dan berangkat ke rumah Ayuna tadi, gue di wanti-wanti Mama soal pembicaraan serius Mama dengan Tante Ria beberapa hari yang lalu. Dan alhamdulillah-nya Tante Ria merestui dan setuju soal niat baik gue untuk melamar Ayuna. Beliau mendukung dan akan bicara lagi dengan Om Galih, Papa Ayuna soal ini. Gue harus mulai mencoba menunjukan perhatian gue pada Ayuna, kalau tidak dari sekarang kapan lagi?. 'Mau Ayuna direbut orang? Kapan kamu seriusnya sih Bang?'. Ucapan Mama tadi cukup membuat nyaliku ciut. Bukan karena apa-apa, gue hanya tak ingin karena ingin cepat-cepat gue salah langkah. Lebih baik santai, mengalir seperti air. Takut melamun lebih lama dan membahayakan nyawa gadis yang gue cintai dan gue sendiri, gue lebih memilih kembali fokus ke arah jalanan, karena sebentar lagi kami akan sampai. Setibanya kami di gedung tempat reuni dilaksanakan, segera kami turun dari mobil. ~ - Author POV Sadam dan Ayuna beriringan menuju ke pintu utama gedung, disana ada beberapa orang yang masih terlihat muda, sepertinya masih SMA, mereka bertugas mengecek nama absen alumni. "Ayuna Bilqis" ucap Ayuna ketika sudah di depan meja tempat siswa SMA itu duduk. "Kak Bilqis angkatan tahun 2016 yah Kak" sapa perempuan tersebut sambil mengecek data Ayuna. "Iya" jawab Ayuna. "Ok Kak, silahkan masuk ini souvenir buat alumni" ucap perempuan itu menyerahkan gelang couple untuk Ayuna dan Bang Sadam. "Tapi gue bukan alumni" ucap Sadam. "Gak apa-apa Kak, kan Kakak nemenin pacarnya, jadi dapat yang couple" goda perempuan tersebut tersenyum ramah. "Ok thanks, lo masih SMA?" tanya Sadam. "Iya Kak, saya kepercayaannya Kak Valdo, dia Kakak saya" jawab perempuan itu. "Oh oke, dunia sempit banget" ucap Sadam pelan nyaris hanya terdengar oleh Ayuna saja. "Iya Kak? Kenapa Kak?" tanya perempuan itu kaget. "Gue Abangnya Dea, Dea Azhari" ucap Sadam. "Barusan Kak Dea sama Kak Valdo masuk, silahkan masuk aja Kak langsung" ucapnya ramah. "Ok thanks yah, gelang couplenya" ucap Sadam mengambil dua gelang couple tersebut. "Sama-sama Kak" balas perempuan itu. "Yuk Ay" ucap Sadam meraih tangan Ayuna. Karena banyak orang dan tak ingin Sadam sakit hati, Ayuna biarkan Sadam menggandeng tangannya. Sesampainya di dalam, Sadam segera menghampiri Dea dan Valdo yang sudah duduk di salah satu meja. "Lo ya, bisa-bisanya gak kabarin gue kalau lo pergi bareng Valdo! " ucap Ayuna kesal. "Sorry Na, gue...." ucap Dea dengan tersipu-sipu, "Di jemput Valdo". "Lo berdua jadian?" tanya Ayuna. "Hay Ayuna" sapa Valdo sambil tersenyum. "Hay Do" sapa Ayuna balik. "Sama siapa? Pacar lo?" tanya Valdo terkekeh menggoda Ayuna. "Ini Abangnya Dea" ucap Ayuna singkat. "Wahh dunia sempit banget yah, lo sama Abangnya Dea, dan gue sama Dea". "Lo belum kenal sama Bang Sadam? Pacaran sama Adeknya gak minta izin sama Abangnya? Parah sih lo Do" ucap Ayuna memanas-manasi Valdo. "Hay" sapa Sadam sambil bertos ala lelaki biasanya "Gue Sadam Azhari, Abangnya Dea". "Salam kenal Bang, sorry karena gak ngenalin lo" ucap Valdo. "Sama calon Kakak ipar bisa-bisanya lo gak tauuu? Parah!" ucap Ayuna. "Ya kali gue langsung sksd, gue ngajak Dea keluar aja baru sekali ini" jawab Valdo jujur. "Gak apa-apa, nanti mampir ke rumah Do" jawab Sadam santai. "Siap Bang, habis ini mampir kok" ucap Valdo. "Ok sip. By the way, acara kapan dimulai nih? Jangan larut malam, gak baik anak cewek dibawa pulang malam-malam" ucap Sadam. "Bentar lagi Bang, ini juga udah rame siap mulai kayaknya" ucap Valdo. "Ayuna! Dea!" panggil beberapa orang. Ayuna dan Dea segera menoleh ke arah sumber suara. Ada 5 orang perempuan yang Ayuna ingat teman satu kelasnya bersama Dea yang lumayan akrab. Ada Yuli, Chika, Fuji, Mayang, dan Aurel. Mereka segera menghampiri tempat Ayuna dan Dea. "Lo jadian sama Valdo De?" tanya Mayang kepo. Dea hanya mengangguk malu-malu. "Valdo dari dulu naksir Dea, baru sekarang dijadiin pacar" celetuk Chika. "Anjir lo" ucap Valdo kesal. "Wahh, si Ayuna diem-diem gandeng pacar juga ternyata reunian" goda Mayang. "Bukan" ucap Ayuna. "Terus siapa lo Na?" tanya Fuji penasaran. "Dia...." ucapan Ayuna disela oleh Sadam. "Gue tunangannya" ucap Sadam santai mengalungkan lengannya ke bahu Ayuna. Ayuna hanya bisa melotot ke arah Sadam. "Woowww, laku Ayuna yah" canda Mayang yang membuat Ayuna sakit hati. Dari dulu sampai sekarang mulut Mayang ini minta dimasukan cabe rawit rupanya. Nyakitin terus ke hati Ayuna. "Dari pada lo gak laku" celetuk Valdo membela Ayuna. "Berarti Ayuna udah move on dong dari Arka, bagus lah Na cowok kayak gitu gak cocok sama lo" ucap Aurel. "Arka? Siapa?" tanya Sadam pada Ayuna dan Dea. "Arka itu cowok yang ditembak sama Ayuna tapi Arkanya nolak, sampai sekarang gue inget banget kejadiannya" jawab Chika. Sadam mengangguk mendengar cerita memalukan Ayuna. "Terus?" tanya Sadam. "Ya dia tuh ada disana, tadi nyariin kalian berdua Dea sama Ayuna" ucap Yuli. "Nyariin kita?" Dea kaget mendengar ucapan Yuli. "Iya, tuh dia masih disana" tunjuk Yuli pada sudut gedung yang memang tak terlihat dari tempat mereka berdiri. "Susul aja, siapa tau penting" ucap Sadam. "Enggak ah, kurang kerjaan, harusnya dia aja yang kesini. Emang dia bos kita apa suruh-suruh orang kesana" ucap Dea. "Suruh dia kesini aja" ucap Sadam, "Takutnya bicara disana nanti orang salah paham". "Ok, nanti kita kasih tahu ke Arka" ucap Yuli. "Kita tinggal yah guys. Selamat yah Ayuna, nanti undangan resepsinya kita tunggu yah" ucap Mayang segera berlalu diiringi Fuji, Chika, Aurel, dan Yuli. "Hai Ayuna...." sapa seseorang yang membuat Ayuna, Sadam, Dea, dan Valdo menoleh ke arah sumber suara tersebut. "Long time no see" ucapnya lagi. ~BERSAMBUNG~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN