empat puluh delapan

1309 Kata

Tubuh Kirana yang telah menyentuh rerumputan secara refleks langsung bergerak bangkit ketika ia menyadari kakeknya yang tersayang, Rahmadji Bratasusena, roboh ke tanah. Ia bahkan mengabaikan tawa bagai kesetanan yang keluar dari bibir Dio sang mantan tunangan saat detik berikutnya, suara itu teredam dan digantikan oleh bunyi pukulan serta derak tulang patah yang membuatnya menoleh selagi memeriksa kakeknya yang kini tampak tidak berdaya. Adjie Wishaka sudah berdiri di hadapan mereka dengan wajah marah yang membuatnya nampak seperti orang asing yang belum pernah Kirana kenal sama sekali. Bahkan dengan sekali pukul, Dio yang sebelumnya masih sanggup tersenyum jumawa langsung terpelanting hingga tubuhnya menabrak batang pohon cemara yang ada di belakangnya. Adjie sepertinya terlalu marah hin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN