Ramanda Dio Surjarwo memacu mobil yang ia curi saat pemiliknya lengah di depan sebuah minimarket sepi pengunjung. Berbekal informasi dari bandit pecah kaca dan maling mobil amatir yang ia kenal dalam penjara, urusan melarikan mobil orang bukan jadi masalah. Dia malah lebih sering melarikan anak gadis orang dan tidak pernah dapat masalah. Ehm, setidaknya belum pernah. Walau begitu, saat matanya melirik Kirana Azalea Bratasusena, cucu perempuan satu-satunya dari Rahmadji Bratasusena, entah mengapa perasaannya menjadi campur aduk. Gadis sembilan belas tahun itu belum sadarkan diri walau sudah sepuluh menit berlalu dan kondisi Dio saat ini tidak memungkinkan untuk memeriksa keadaannya. Dia tidak yakin Kirana baik-baik saja. Jika ia tampak sehat, sudah pasti matanya melek dan ia akan kembali

