dua puluh tujuh

1234 Kata

Kirana menghela napas lega saat mobil yang dikemudikan oleh Rian mulai menjauh. Tiga orang yang mengawasi rumah Adjie masih betah berada di sana walaupun ia dan Adam nyaris tidak pernah keluar kecuali bersama Adjie dan Rian seperti saat ini. Rian yang menemukan keanehan sikap Kirana yang beberapa kali menoleh ke arah belakang mereka tidak bisa menahan rasa penasarannya. "Kenapa?" Tanyanya heran. Kirana yang mengarahkan kembali pandangannya ke jalan raya menggeleng. "Nggak, Bang. Nggak ada apa-apa." Rian tidak percaya. "Kelihatannya ada apa-apa." Katanya tanpa mengalihkan pandangan. Kirana tersenyum. "Ada orang di depan rumah Mas Adjie. Dari kami pertama kali masuk rumah itu, sampai sekarang, mereka masih ada di sana." Rian manggut-manggut. "Aku sering lihat mereka. Anehnya masyar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN