Kegiatan yang Kainan dan Kaishava sukai, berhubungan akan adik bungsu mereka adalah mengajarkan Kaivan berbicara. Batita laki-laki berusia lima belas bulan itu sudah lumayan pandai dalam melafalkan kata, hanya belum bisa merangkai kalimat untuk diucapkan. Terkadang, menjadi bahan candaan duo balita kembar. "Minta... Minta... Mintaaa." Kaivan berucap tak sabaran dan tangan kanan sudah ditengadahkan ke arah kakak sulungnya yang tengah membawa mangkuk berisi potongan buah apel dan pir hijau. "Minta.... Mintaa... Mintaaa." Kaivan kembali bercicit. Segera ingin diberikan buah agar bisa dimakan dengan cepat pula. "Ivan mau maem apel lagi?" Kaishava menanggapi paling pertama keinginan dari sang adik. Dipandang terus sosok Kaivan. Saat, balita itu lakukan anggukan kepala semangat sembari meman

