16

2043 Kata

Sudah hampir akan satu tahun, komunikasi di antara ia dan Sraya benar-benar terputus. Nomor handphone wanita itu memang tidak aktif karena berada di negara berbeda. Arnawa bisa memahami. Namun, kala semua pesan yang dikirimkannya lewat email belum dibalas satu pun. Maka, Arnawa tidak dapat tenang. Kekhawatiran senantiasa menaungi dirinya setiap hari. Ada kemarahan yang juga dirasakan akibat sikap Sraya kepadanya, terkesan tidak adil. Arnawa merasa bahwa kurang diuntungkan. Ia harus menunggu tanpa komunikasi yang jelas. Bukan ragu akan janji Sraya. Hanya saja, Arnawa cemas bahwa keadaan wanita itu tak baik-baik saja. Sedangkan, belum ada kabar apa pun diterima, walau sudah coba mengonfirmasi. Arnawa merasa wajar jika dilanda kekhawatiran tiap hari berlebihan. "Lo udah sampai di kantor gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN