"Pagi Bos." Angga tersenyum menyeringai saat memasuki ruangan Rama. Lelaki itu semalam di telepon bilang kalau dia ada di rumah Rama, nyata nya saat Rama pulang, dia tidak menemukan batang hidung pun milik Angga. Saat di telepon kembali dia sudah ada di apartemennya. s**t, Rama mengumpat saat Angga berhasil mengerjai nya. Sekarang, wajah Rama masih kusut tanpa keluar senyum dari raut wajahnya. Angga bisa mengerti dan tidak merasa bersalah sama sekali, toh dia juga sebenarnya menunggu Rama kemarin tapi karena lama akhirnya Angga pulang. "Senyum donk, Bos. Gue punya kabar gembira." Angga duduk di sofa yang berhadapan dengan Rama. "Sebaiknya begitu, kalo nggak, saat ini juga gue langsung pecat loe." Angga tidak menanggapi, ia mengeluarkan secarik kertas berisi tulisan seper

