Kini, perasaan rindu menyelimuti wanita itu. Ayu, entah kenapa dirinya tiba-tiba merindukan Rama yang selalu hadir menjemputnya pulang dan merindukan gombalan maut nya Rama. Padahal baru dua hari ditinggal pergi. "Masih sisa tiga hari lagi." Ayu melangkah dengan lesu menuju pantry, waktunya wanita itu beristirahat. Bekerja pun seperti tidak ada semangat, Ajeng mengerti dengan tingkah Ayu yang seperti itu. "Tenang, Yu. Bos Rama juga disana hanya bekerja, bukan nyari cowok." "Gak tau, Jeng. Bukan itu yang aku khawatirkan, entah kenapa Aku jadi merindukannya." Ajeng terkekeh mendengar ungkapan hati Ayu. "Itu tanda nya loe udah cinta sama bos Rama. Kata Marsya, orang jatuh cinta memang susah di tebak." Ngomong-ngomong soal Marsya, dia dua hari ini tidak masuk kerja

