Rama mengetuk-ngetuk ujung kuku nya ke meja dengan pikiran yang tidak karuan. Terlihat seperti ingin sesuatu namun tertahan. Gara memperhatikan pergerakan Rama. Ya, lelaki itu sejak pagi sudah berada di rumah Rama untuk menyampaikan laporan atas masalah keterlambatan barang ke perusahaan. Dengan hasil yang memuaskan namun reaksi Rama masih dengan pikiran yang kalut. "Kenapa loe? Kayak cacing kena step, tubuh loe gak bisa diem." Gara berbicara sambil memainkan ponsel, bertukar chat dengan istrinya. "Galau man!" Gara menatap Rama sekilas lalu kembali melihat ponsel seraya berdecih, "ck, bener kata Angga, loe jadi berubah bucin gini semenjak kenal wanita itu." "Ini normal, loe juga pasti ngalamin gini kayak gue. Ngaku aja." "Tapi gue gak separah loe?" "Heh kutu, siapa dulu yang ngejar-n

