Fahri sedang asyik mengobrol di kelas dengan ke tiga temannya--Rian, Agus, dan Deri. Walaupun ini sudah waktunya pulang, tapi Fahri masih menunggu satu orang lagi, dia Shilla. Fahri berhasil membujuknya untuk pulang bersama setiap hari. "Kapan loe nembak Shilla?" celetuk Rian di tengah-tengah obrolan mereka. "Santai, masih pedekate ini," timpal Fahri. Lelaki itu memang akan menyatakan perasaannya tapi entah kapan, dirasa mencari waktu yang tepat. "Jangan kelamaan, nanti di ambil si Irul," tambah Agus membuat hati Fahri sedikit memanas. "Siapa Irul? Aneh banget namanya," tukas Fahri sedikit cemburu. "Loe, gak tau? Parah, dia ketua Osis tahun ini." Fahri pura-pura tidak peduli, "Bodo!" "Ri ...," teriak seorang gadis mengehentikan obro

