"Ivy …?" Blade yang sedang mengobrol di dekat meja informasi bersama George, rekan sesama pelatih di Ato Martial, merasa heran melihat Ivy tiba-tiba datang sepagi ini. “Kenapa datang pagi sekali?” Namun bukannya berhenti untuk membalas sapaan Blade, Ivy malah terus berjalan lurus melewati pemuda itu. Gadis itu seolah tidak melihat ada orang lain di dekatnya, juga tidak mendengar panggilan yang ditujukan padanya. “Ivy!” panggil Blade lagi dengan lebih keras, tapi hasilnya sama saja. Gadis itu terus melewati mereka. “Ada apa dengannya?” tanya George heran. Selama menjadi rekan sesama pelatih di Ato Martial, George mengenal Ivy sebagai gadis yang ramah dan ceria. Ivy tidak pernah mengabaikan orang lain seperti yang sekarang dilakukannya. “IVY!” seru Blade kencang sambil berlari mengejar g

