Ketika membuka mata keesokan harinya, Ivy merasakan sensasi tidak mengenakkan yang belum pernah ia alami seumur hidupnya. Mulutnya terasa kering, kerongkongannya seolah terbakar, dan telinganya seakan berdenging. Semua itu terasa semakin parah ketika Ivy mencoba duduk. Seketika ia kembali terempas ke atas bantal sambil memegangi kepalanya. “Argh! Kepalaku ….” Untuk beberapa saat, ia perlu memejamkan mata agar kepalanya yang seolah berputar itu sedikit membaik. Ivy tahu, ada yang salah dengan dirinya. “Apa yang terjadi semalam? Aku tidak bisa mengingat apa-apa.” Ivy terus memaksa otaknya untuk berpikir, namun hasilnya tidak memuaskan. “Hal terakhir yang aku ingat, aku menenggak habis minuman dari gelas Rocky. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi.” Ivy mulai mencoba menganalisis keja

