TRLWC | 5. Bersepeda Bersama

1738 Kata
     “Apa liat-liat?!” seru Cynthia dengan sangat-sangat tidak santai pada Stephen dan Reynard yang tidak pernah sedikitpun berhenti menatapnya penuh ledekan seminggu terakhir semenjak insiden Jack menginap dan tidur di sofa di Apartemennya.    “Santai dong, Ya, tau kok sekarang pawangnya yang punya perusahaan,” ucap Reynard dengan senyum  menyebalkannya.     “Beda banget hawanya memang yang lagi di pepet terus sama atasan, nanti kira-kira kalau jadi sama Mr. Jack Hilton tinggalnya di mana ya, Rey?” tanya Stephen pada Reynard masih denga lirikan menggoda pada Cynthia tentu saja.     “Seminggu di Singapura seminggu lagi di Eropa, seminggu lagi di Afrika dan seminggu berikutnya di Indonesia, aduh mbak Thia, nikmat mana lagi yang lo dustakan!” seru Reynard. Cynthia meremas botol air mineralnya kemudian langsung meleparnya pada dua pria yang ada di hadapannya itu. Pagi ini mereka berada di depan tower D saat weekend, mereka berencana akan bersepeda bersama di Taman Mini Indonesia Indah (TMII),  sebenarnya mereka bertiga selalu melakukannya setiap weekend  dan ketika memiliki waktu luang dan sama-sama sedang berada di Jakarta namun hari ini mereka memiliki tiga anggota baru yaitu Jack, Flora dan juga Milka, sepertinya ini akan menjadi kegiatan bersepeda yang menyenangkan.     “Kalian berdua kalau nggak mau gue kecek di sini, lebih baik diam ya!” seru Cynthia, dia menatap dua pria itu dengan sengit.     “Uhh takuttt!” seru Stephen dan Reynard dengan kompak membuat emosi Cynthia semakin melonjak, gadis itu memukul lengan Stephen dan Reynard dengan sekuat tenaga namun hal yang di lakukan oleh dua pria itu hanyalah tertawa, sungguh pukulan Cynthia tidak ada rasanya sama sekali.     “Thia please stay cool, ada mas Jack Hilton-nya tuh!” seru Reynard masih dengan nada suara meledek, Cynthia otomatis terdiam kemudian menatap lurus ke depan, di sana memang ada Jack yang yang sedang melangkah ke arah mereka, pria itu sudah memakai pakaian olahraga yang berhasil membuat otot-otot Jack tercetak dengan sangat sempurna.     “Kalau sama yang ini gue dukung lo seratus persen, Ya,” bisik Stephen pada Cynthia.     “Gue setuju dengan Stephen, gue dukung lo seratus persen sama yang satu ini, benar-benar cowok mahal, Ya, mau lo cari ke mana lagi yang modelannya begini.” Reynard ikut berbisik di telinga Cynthia sudah macam sepasang setann membuat Cynthia langsung menginjak kedua kaki pria itu, sungguh kuping Cynthia sudah sangat panas.     “Selamat pagi Jack!” seru Stephen dan Reynard dnegan sangat kompak ketika Jack sudah berdiri di hadapan mereka, Cynthia hanya menunduk kemudian tersenyum pada orang tertinggi Hilton Hotels & Resorts itu.     “Senang bergabung dengan kalian pagi ini,” ucap Jack, pria itu langsung melirik pada Cynthia, sungguh gadis itu tidak pernah gagal dengan outfit apapun, Cynthia selalu terlihat sangat menawan.     “Your look very beautiful with your outfit, Cynthia,” ucap Jack secara terang-terangan memuji Cynthia, gadis itu terlihat langsung gelagapan apalagi ketika mendengar siulan dua pria jangkung yang ada di belakangnya.     “Thank you, Mr. Hilton,” ucap Cynthia dengan sangat sopan.     “Call me Jack, please Thia, kita sudah sepakat sejak awal!” seru Jack mengingatkan. Cynthia menarik napasnya.     “Thank you, Jack,” ucap Cynthia mengoreksi ucapannya, pria di hadapannya langsung tersenyum bertepatan  dengan kedatangan Flora dan Milka.     “Aku akan satu mobil bersama Thia, tidak masalah?” tanya Jack pada orang-orang di hadapannya, Cynthia langsung memasang wajah super melas pada sahabat-sahabatnya itu namun keempat orang itu justru mengangguk dan tersenyum dengan lebar, mengiyakan.     “Tentu saja tidak masalah Jack, silahkan bawa Cynthia ikut serta denganmu!” seru Reynard, dia behkan mendorong Cynthia ke arah Jack yang membuat Cynthia berakhir dalam rangkulan Jack Hilton.     “Aku dan Thia akan mengikuti mobil kalian dari belakang,” ucap Jack kemudian pria itu langsung mengajak Cynthia untuk masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir sejak tadi dengan tangan yang tetap merangkul bahu Cynthia tentu saja. Stephen, Reynard, Flora dan Milka bersorak dengan heboh sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil mereka.     ***     “Jack bisakah tidak bersikap berlebihan di hadapan teman-temanku? Itu adalah masalah besar dan aku merasa sangat tidak nyaman, aku sudah mengatakan tidak ada atasan dan bawahan yang bersikap seperti ini, aku tidak ingin orang berpikiran yang aneh-aneh,” ucap Cynthia sembari menatap Jack yang fokus pada jalan, selama di Jakarta pria itu  memang jarang di temani oleh pengawal, Jack lebih menikmati waktunya secara mandiri.     “Ingat dengan sebuah istilah, jika kamu ingin memiliki seorang wanita cantik yang di sayangi banyak orang maka dekatilah orang-orang terdekatnya dan tunjukkan apa yang kamu inginkan pada mereka?” tanya Jack sembari melirik ke arah Cynthia.     "Tidak ada istilah seperti itu, Jack, aku tidak pernah mendengarnya!” seru Cynthia menatap pria di sampingnya dengann gemas.     “Mulai hari ini istilah itu sudah ada dan kau juga sudah mendengarnya, jadi apalagi masalahnya Thia?” tanya Jack dengan salah satu alis terangkat, Cynthia menarik napasnya, entahlah semenjak Jack menginjakkan kakinya di Hilton Hotels & Resort yang ada di Jakarta Cynthia jadi memiliki kebiasaan menarik napas. Dia benar-benar sangat lelah menghadapi pria di sampingnya ini.     “Masalahnya aku tidak ingin kau melakukan apa yang sedang kau rencanakan sekarang, aku tidak mau terlibat dalam hal apapun bersamamu selain atasan dan bawahan,” ucap Cynthia menegaskan, dia tahu ucapannya itu penuh dengan kepercayaan diri dan narsis sekali namun Cynthia benar-benar tidak ingin Jack mendekatinya.     “Aku hanya sedang memperjuangkan teman lamaku, tidakkah kita bisa seperti dulu Cynthia? Menjadi teman yang menyenangkan?” tanya Jack. Cynthia menatap pria yang masih fokus pada kemudi itu dengan snagat lekat.     “Tidak bisa, please, Jack, jangan mencoba mengusik ketenangan hidupku,” ucap Cynthia, kali ini terdengar memohon dan sangat pasrah. Satu alis Jack terangkat.     “Why?” tanya Jack, mobil itu pada akhirnya terparkir dengan sempurna di TMII, dua orang itu kini saling menatap dengan begitu lekat.     “Karena aku tidak ingin lagi terjebak dalam hal yang sama, kau sangat-sangat berbahaya untukku, jadi tolong berhenti bersikap berlebihan dan bersikap lah layaknya atasan pada bawahannya, hubungan profesional,” ucap Cynthia, gadis itu kemudian langsung turun dari mobil Jack, bergabung dengan sahabat-sahabatnya, Cynthia langsung mengambil topi dan kacamata yang di berikan oleh Stephen padanya kemudian mengambil sepedanya.     Jack terdiam untuk beberapa saat, mencoba mencerna ucapan Cynthia namun pada akhinya pria itu turun dari mobil dengan sudah memakai topi dan kaca mata. Pagi itu mereka mulai kegiatan bersepeda, tetap produktif saat weekend adalah hal yang selalu di lakukan oleh para petinggi Hilton Hotel & Resort Jakarta itu. Weekend di mana mereka bisa melepaskan segala batasan. Mereka bisa bercengrama layaknya teman.     Cynthia memilih sangat fokus dengan apa yang dia lakukan, sungguh dia ingin mengusir segala ingatannya tentang Jack Hilton, Cynthia hanya ingin dia terjebak bersama Jack sebagai rekan kerja saja bukan lebih dari itu karena Cynthia sudah sangat tahu, tidak akan berhasil sama sekali.     “Kenapa wajah lo murung begitu?” tanya Milka pada Cynthia, mereka sedang beristirahat setelah beberapa kali berkeliling sedangkan para pria masih terlihat menikmati waktu mereka untuk bersepeda.     “Capek banget gue,” jawab Cynthia sembari menselonjorkan kakinya.     “Jack?” tanya Flora, gadis itu juga ikut melakukan hal yang sama di samping Cynthia.     “Gue cukup penasaran sejak awal tapi akhir-akhir ini kita belum memiliki waktu untuk berbicara seperti ini, ada apa sebenarnya lo sama Jack?” tanya Milka. Cynthia menarik napasnya kemudian menatap bergantian dua sahabatnya ini.     “Teman di masa lalu,” jawab Cynthia.     “Kalau hanya teman lo nggak mungkin sampai bersikap seperti ini pada Jack, lo tahu, Ya, lo itu kelihatan banget sedang menciptakan batasan sama Jack dan itu hal yang membuat kita mikir bahwa lo dan dia memang pernah terjebak dalam sebuah hubungan di masa lalu. Melihat bagaimana sikap dia dan cara dia memperlakukan lo selama dia ada di sini, dia sangat-sangat terlihat sekali tertarik sama lo,” ucap Milka, Flora mengangguk, dia juga bisa melihat itu, hanya pada Cynthia, Jack lebih  ekspresif.     “Dulu dia juga bersikap seperti itu,” jawab Cynthia sambil menatap langit yang terbentang luas di hadapannya, “tapi pada akhirnya gue yang kebawa perasaan sendirian dan dia pacaran sama cewek lain, di itu tipe orang yang sangat mudah untuk di cintai tapi bukan orang yang mudah untuk di raih apalagi buat orang sekelas gue, dia itu impossible banget,” lanjut Cynthia. Milka dan Flora saling lirik kemudian mengangguk paham.     “Gue benar-benar tidak ingin mengulangi kisah yang sama yang di mana gue sudah bisa melihat endingnya, selama tiga bulan ini mungkin dia akan bersikap seperti itu secara terus-menerus pada gue namun pada akhirnya nanti, ketika proyek di Bali selesai dan dia kembali ke Manhattan, gue akan terlupakan begitu saja dan akhirnya gue sakit hati lagi. Dia tidak pernah memiliki keyakinan untuk menikah dan menetap dengan satu wanita,” ucap Cynthia lgi. Sekarang Milka dan Flora benar-benar sangat mengerti kenapa Cynthia bersikap seperti itu ada Jack.     “Gue nggak nyangka sih kalau kalian dulu pernah sedekat itu dan Jack pada akhirnya memilih gadis lain dan meninggalkan lo begitu saja seolah dia tidak melakukan kesalahan apapun,” ucap Milka     “Untuk mereka yang tumbuh dan besar di negara yang sangat bebas, menikah bukanlah hal yang penting buktinya mereka bisa memiliki anak tanpa menikah,” ucap Flora. Untuk orang yang tinggal di Indonesia sebenarya Cynthia, Flora dan Milka adalah orang yang bebas namun menikah tetap adalah hal yang mereka inginkan di masa depan.     “Gue benar-benar ingin waktu tiga bulan cepat berakhir, gue nggak ingin lagi terjebak dengan Jack Hilton,” ucap Cynthia, gadis itu mengerang frustasi.     “Tapi kalau di lihat dari cara dia menatap lo dan cara dia memperlakukan lo, dia kelihatan banget tulusnya, Ya, ingat seorang itu bisa berubah kapan saja, siapa tahu Jack yang kita kenal sekarang bukan lagi Jack yang lo kenal dulu."     “Setuju sih gue sama Milka, jangan menutup peluang, biarin dia menunjukkan apa yang ingin dia tunjukkan ke lo tapi dengan syarat lo harus tetap berpikir dengan jernih, lo sekarang juga bukan lagi lo yang dulu kali. Bertahun-tahun sudah berlalu, Ya,” ucap Flora sembari menatap Cynthia dengan lekat.     “Jujur sama gue, you still love Jack to this day?” tanya Milka dengan menatap Cynthia dengan lekat. Gadis itu terdiam kemudian berdiri dari tempat duduknya ketika Jack, Stephen dan Reynard datang ke arah mereka.     Milka menarik napasnya dan menatap Cynthia dengan lekat, tanpa mendengar jawaban dari Cynthia saja, Milka sudah tahu jawabannya. Flora tersenyum pada Milka seolah sudah sangat mengerti keadaan yang sebenarnya dia hanya berharap Cynthia mendapatkan yang terbaik di masa depan, gadis itu sudah bekerja dengan keras selama ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN