Ada apa dengan hati Gina? Ini bukan kali pertama dirinya dekat dengan Kana. Bahkan, mereka sudah pernah melakukannya. Tapi sejak proses ijab kabul, hingga resepsi usai. Gina tak henti merapalkan doa agar sesuatu yang dahsyat tidak menjatuhkan dirinya. Berulang kali, jemari Gina yang gemetar mencoba menarik zipper belakang gaun bekas resepsinya. Tapi bukan Gina jika berhasil mengatasi kegugupannya. Gina sama saja dengan gadis remaja yang tengah ketakutan ketahuan karena pulang malam. Ya, seperti itu gerakan mengendap-endap Gina yang membuat Kana geli sendiri melihatnya. Padahal, sejak Gina mencoba membuka gaunnya, Kana diam-diam memerhatikan dari daun pintu kamar mandi. Kana paham jika wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya itu tengah gugup. "Kesusahan, Nona? Mari saya bant

