Chapter 31

1335 Kata

Part 32 Mimpi Anu Tiara mencoba membuka mata ketika hidungnya mencium aroma yang sangat pedas. Ia pun mengerjap beberapa kali, berusaha mengumpulkan kesadaran serta kejelasan penglihatannya. “Ya ampun ... Saya pingsan ya?” lirih Tiara saat menyadari ada Rumi di dekatnya dan menatap lekat dirinya dengan penuh khawatir. “Mbak pingsan tadi di dekat brankar Bari. Udah satu jam yang lalu. Ini, minum dulu!” Rumi memberikan gelas yang berisi teh manis hangat. Dengan bantuan sedotan, Tiara menyeruput teh hangat yang baru saja membasahi tenggorokannya yang sangat kering. Tiara baru sadar jika tangan kirinya tertancap jarum infus. “Kenapa aku diinfus? Memangnya aku sakit apa?” tanya Tiara masih dengan suara lemah. “Darah rendah dan stres. Padahal baru diminta tolong menyeka Bari saja sudah st

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN