2-Nggak Akan Bisa Lepas

565 Kata
"Hah! Nama Mahesa banyak, kan?" Valeria mencoba mengelak saat teringat nama Mahesa yang dia kenali. Satu alis Mahesa menukik. "Menurutmu ada Mahesa lain selain aku?" Valeria terdiam, tidak tahu harus percaya ke siapa. Apakah percaya ke pikirannya sendiri atau percaya ucapan lelaki seksi di depannya. "Mahesa...." Matanya terpejam usai menyebut nama itu. Kantuknya mulai datang dan dia mengganggap, lelaki tampan itu hanya halusinasi. Sudah enam bulan ini dia tidak dekat dengan lelaki. Mungkin efek kesepian membuatnya berhalusinasi dan terasa begitu nyata. "Ya, teman masa SMA-mu." Mahesa menatap Valeria yang memejamkan mata dengan napas agak memburu alih-alih mendengarkan ucapannya. "Tapi, mungkin kamu menganggap aku bukan temanmu." Mata Valeria seketika terbuka dan berhadapan dengan Mahesa yang tersenyum jail. "Jangan godain!" "Aku nggak ada niat main-main!" Mahesa mendekatkan wajah hingga keningnya menempel di kening Valeria. "Kamu jelas tahu itu dari lama." Valeria hanya mengangguk. Sungguh, tubuhnya sekarang terasa lemas. Dia ingin menarik kepala Mahesa dan menciumnya demi mendapat energi lagi. Sayangnya, kedua tangannya mulai dikunci oleh Mahesa. "Sialan! Jangan kayak gini." "Aku suka mulut pedasmu." Mahesa terkekeh pelan, tahu Valeria sebenarnya tersiksa dengan posisinya sekrang. Setelah itu dia menempelkan bibirnya di bibir Valeria. Sengaja membuat wanita itu tersiksa. Saat bibir dingin itu terasa di bibir Valeria, dia tidak bisa lagi menahan. Dia mencium lebih dulu dengan sisa kesadaran yang setipis tisu. Sayangnya, bibir itu hanya diam dan membuat Valeria sangat murka. "Bisa ciuman nggak, sih?" "Slow down, Baby!" "Sialan!" Tangan Mahesa yang sebelumnya menggenggam tangan hangat Valeria, segera beralih ke belakang kepala. Dia sedikit mengangkat kepala Valeria agak mendekat lalu secara mengejutkan ada sepasang tangan yang merangkul pundaknya. Mahesa tersenyum penuh arti. Tubuhnya semakin membungkuk lalu bibirnya menyentuh bibir ranum yang terpoles lipstick merah menyala itu. "Jangan sampai besok nyesel, Sayang." *** Tidak pernah ada dalam bayangan Mahesa bisa bermalam bersama Valeria. Sebelumnya wanita itu seperti ditelan bumi karena setelah kelulusan sekolah menghilang tanpa kabar. Belum lagi di akhir semasa sekolah, Valeria sempat bertengkar hebat dengan Rose hingga menjadi pembicaraan heboh. Berbeda dengan Valeria, Rose tidak begitu terkenal. Namun, kecantikannya setara dengan Valeria. Setidaknya itu penilaian Mahesa. Kemarin, Hendi datang menemui Mahesa dan menyerahkan sebuah undangan. Awalnya, dia tidak ada niatan untuk datang. Namun, dia teringat Rose sang mantan yang memutuskannya secara sepihak dua tahun lalu. Penasaran dengan kehidupan baru sang mantan, membuat Mahesa datang memenuhi undangan Hendi. Sayangnya, bukan Rose yang muncul melainkan Valeria. Sejak kedatangannya, Mahesa tahu Valeria tidak nyaman berada di tempat itu. Wanita itu memilih berdiri seorang diri di sudut ruangan alih-alih mengikuti Erisa yang menyapa teman lamanya. Dia juga memperhatikan bagaimana Valeria kabur ketika ada yang mengenalinya. Agak heran memang, wanita secantik Valeria seakan tidak terlihat di pesta itu. Padahal dulu bak artis yang datang ke sekolah, selalu menarik perhatian. "Emhh...." Lamunan singkat Mahesa seketika terputus. Dia menoleh, melihat seorang wanita yang tertidur kelelahan usai pertempuran singkat mereka. Tangan wanita itu meraba ke sisi kosong di sampingnya, entah mencari apa. Mahesa bergeser mendekat lalu Valeria memeluknya erat. "Hidupmu sejatuh ini, Val?" bisiknya heran. Seorang Valeria yang jutek, mana mau berdekatan dengannya. Dia ingat betapa Valeria dulu terkesan pilih-pilih teman. "Siapa kamu?" Valeria mengajukan pertanyaan itu masih dengan mata terpejam. Perlahan Mahesa berbaring miring, lalu menyelipkan lengannya di balik tengkuk Valeria. Wanita itu ternyata semakin merapatkan tubuhnya dengan hidung mengendus bak kucing diberi ikan asin. "Mulai malam ini, kamu nggak akan bisa lepas dari aku, Val," bisiknya penuh tekad. "Setidaknya sampai tujuanku tercapai."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN