Hari-hari dilalui Paula dan Terry dengan perasaan bahagia, meskipun kesibukan mulai melanda. Terry dan Paula bekerja di kantor yang terpisah, keduanya mengurus perusahaan keluarga masing-masing, namun sering terikat dalam proyek yang sama. Agar ke depan selalu berdekatan, mereka berdua sedang merencanakan sebuah kantor yang sama. Hal ini tentu membutuhkan kerja keras dan waktu yang lumayan lama. Tak terasa lima bulan sudah usia pernikahan mereka. Keduanya tetap menjaga kemesraan dan kebiasaan-kebiasaan yang menyenangkan perasaan masing-masing. Terlebih Paula yang kini sedang mengandung bayi dan belum tahu jenis kelaminnya. Tentunya kebahagiaan mereka semakin hari semakin bertambah, terutama Terry yang memang sudah menginginkannya. “Lucu ya. Papaku maunya laki-laki. Mama kamu juga kepingi

