BAB IX

1227 Kata

Pagi hari di kota Jakarta terasa sangat sepi, hawa dingin yang tidak terasa begitu kentara pun mereka rasakan langsung menerpa kulit. Tangisan dari bayi Dhimas, bagaikan alarm bagi mereka yang masih terlelap di dalam mimpinya. Dan bahkan mereka terlonjak kaget mendengar tangisan itu, sama seperti yang dilakukan Edwin, dan Haris yang segera saja terduduk dari tidurnya dan membuka kedua mata. Perjalanan keenam orang itu pun dimulai dari hari ini, mereka semua tengah bersiap-siap untuk memulai perjalanan dan Haris yang saat itu tengah terduduk dan emngikat tali sepatunya pun segera bangkit dari duduknya setelah ia mengikat kedua sepatunya dengan kuat, ia pun berjalan mendekati Edwin yang tengah memberikan gendongannya kepada Raya yang saat itu meminta Edwin untuk menyerahkan bayi Dhimas kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN