… “jadi, apakah kau sudah memeriksa semua bahan-bahan dan makanan mana saja yang bisa untuk kita bawa untuk kedepannya??” pertanyaan yang terlontar dari Edwin kepada Shiren saat itu membuat Shiren menolehkan pandangannya menatap Edwin yang datang dengan membawa palu, linggis dan alat yang terbuat dari besi lainnya untuk kemudian ia letakkan di samping meja sana, “untuk apa semua alat itu??” tanya Shiren kepadanya, bukan menjawab pertanyaan yang ditanyakan Edwin, Shiren lebih memilih untuk balas bertanya kepadanya yang kini menoleh menatap alat-alat itu dan kemudian menjawab pertanyaan dari Shiren dengan berucap, “ini?? ini untuk bertahan hidup tentunya, kita bisa jadikan ini sebagai senjata kita, jika-jika senjata api sudah kehabisan pelurunya” jelas Edwin kepada Shiren yang mengangg

