-8.3-

1365 Kata

Hari sudah gelap, hampir dari tiga belas jam perjalanan yang mereka tempuh akhirnya mereka pun sampai di kota Jakarta. Senyuman terulas di bibir mereka semua, ketika menatap sebuah plang selamat datang di sana. Namun, harapan mereka tidaklah seperti yang mereka saksikan saat ini. Sepi … kota Jakarta terlalu sepi hingga Choki pun hanya bisa terkejut ketika ia mendapati suasana Ibu kota yang tidak seperti biasanya. “apakah wabahnya sudah menyerang hingga kota ini??” tanya Shiren di sana, dan Choki segera menggelengkan kepalanya. Bukan untuk menyangkalnya, namun ia menjawab hal itu karena ia juga tidak tahu mengenai hal itu. “mustahil … bukankah kota Jakarta jauh dari laut lepas Samudra Hindia??” pertanyaan yang dilontarkan oleh Nauval saat itu segera diberi gelengan kepala oleh Haris yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN