-9.2-

1402 Kata

Awan mendung menghampiri wilayah kota Jakarta yang tengah mereka pijaki saat ini, tak ada yang bisa dilakukan oleh Nauval, Choki, Shiren dan Raya selain terduduk di tangga depan gedung itu seraya melirik ke kanan dan ke kiri memantau sekitar wilayahnya, dan itu baru lima menit semenjak Haris dan Edwin masuk ke dalam gedung untuk menenangkan sang wanita yang masih terdengar menangis dengan pilu di dalam sana. “ wah … kayaknya hujan bakal turun nih” ucap Choki seraya menatap ke atas langit yang sudah sangat gelap, dan hal itu membuat Shiren mengangguk mengiakannya, “kalau lagi hujan kayak gini sih, enaknya makan indomie!” sambung Nauval dan hal itu membuat Choki dan Raya tertawa karenanya dan menyetujui ide tersebut, Namun tidak dengan Shiren yang kini membulatkan kedua matanya seraya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN