-12.2-

1345 Kata

Malam berganti menjadi pagi, rembulan yang menyinari itu masih berada di atas langit bersama dengan cahaya mentari yang baru saja muncul dari arah timur membawa kabut tebal dari hawa dingin yang kini menusuk sekaligus menyegarkan tubuh yang kala itu diterpa olehnya. Kedua mata Edwin kini terbuka dan merasa terganggu dengan hawa dingin yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan, “uhh! Dingin banget sih!” protes Edwin yang pada akhirnya terbangun dari tidurnya dan memilih untuk duduk di dalam tenda itu, kedua pandangnya kini menoleh menatap Haris dan Choki yang masih terlelap dengan pulas di sana. TREK! Namun, ketika sebuah suara yang terdengar dari luar sana oleh kedua telinga Edwin, dengan segera ia meraih senjatanya yang tergeletak di samping tubuhnya saat itu. “hh … hhh … hh … “ den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN