. ___ "Susah amat yak ini game" grutuan itu keluar begitu saja dari mulut Marcel, menunggu adalah suatu hal yang di benci oleh pria berwajah bonyok itu belum lagi jika menunggu seorang perempuan yang sudah memegang alat make up, sudah di pastikan jika itu akan membutuhkan waktu lama. Maka dengan itu ia memilih game untuk sekedar membunuh kebosanan yang ia rasakan. Game yang ia pilih adalah game yang tenar di waktu dirinya kecil, game bertema perkotaan dengan menggunakan uang sewa jika mampir ke suatu bangun adalah game kesukaanya, jika dulu harus di perlukan sebuah kertas bergambar beberapa bangunan berserta arek-areknya, kini dirinya hanya perlu menggunakan handphone berbasis android yang menyediakan game momopoli jaman dulu yang sudah di kemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih se

