"Apa ada orang di dalam?" tanya seseorang yang membuat Tata membeku di tempat.
Waduh kok suara cowo ya, apa gue salah dengar, ataaawwww gue salah masuk toilet, enggak-enggak, enggak mungkin batin Tata, untuk memastikan sekali lagi Tata pun berucap.
"Emmzzz hellow bisa bantuin gue?" tanya Tata ragu.
"Iya siapa disana, ada masalah?"tanya sang cowo.
Busyet bener kan suara cowo, gimana gue mau minta tolongnya kalau dia cowo batin tata, tapi Tata memberanikan dirinya untuk mencoba, dari pada dia harus terkurung seharian didalam toilet.
"Emmzz tolong cari murid cewe dong, urgen nih!" ucap Tata.
"Enggak ada siapa-siapa lagi, sudah bel masuk juga, makannya gue maksain masuk toilet cewe karena denger suara lo." jelas si cowo.
Duh gimana nih, mana enggak bawa ponsel lagi buat hubungin tuh dua bocah, apa gue minta tolong dia aja kali ya, batin Tata ragu-ragu...
"Emmzzz gue boleh minta tolong sama lo enggak?" tanya Tata..
"Iya makannya gue masuk sini buat nolongin lo." jawab si cowo ketus.
"Jadi ginii.........." ucapan Tata menggantung.
"Apaan cepet, nanti kepergok orang gue masuk sini di sangka yang enggak-enggak lagi!"balas si cowo sudah tidak sabar.
Meskipun ragu tapi Tata memaksakan diri untuk minta bantuan si cowo.
"Emzz jadi gini, lo bisa belikan pembalut enggak ke warung kantin!" ah akhirnya terucap juga nih kata kata batin Tata.
What the........
" Apa..!!! lo bilang beliin pembalut.? Enggak salah denger gue.?" tanya si cowo sambil mengorek-ngorek kupingnya.
"Iya makannya tadi gue nyuruh lo cari cewe keluar toilet, tapi lo bilang enggak ada, jadi gue kepaksa nyuruh lo deh." jawab Tata menjelaskan.
Dengan berat hati, mau tidak mau tapi harus mau karena sudah terlanjur terlibat mau nolongin akhirnya si cowo pun mau membelikan pembalut buat Tata.
Tidak menunggu waktu lama si cowo akhirnya datang membawa kantong keresek yag isinya semua pembalut.
"Nih udah gue beliin." si cowo melempar kantong keresek tersebut ke atas pintu toilet.
"Makasihhh, eh eh satu lagi gue mau minta tolong."
"Apa lagi.?"ketus si cowo.
"Lo bawa jaket enggak, gue boleh pinjam buat nutupin sesuatu nih?"tanya Tata.
Busyett deh tau aja nih cewe gue pake jaket, mau nutupin apa juga..mukanya.??ngeselin banget batin si cowo menggerutu.
"Lo bener ya kalau minta tolong enggak setengah-setengah."
"Lo juga kalau mau nolongin jangan setengah-setengah."balas Tata
"Iya sudah nih, udah kan kelar."
Si cowo menggantungkan jaketnya di pintu toilet dan langsung pergi keluar tanpa menunggu Tata.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Tata beres dan siap-siap pergi ke kelas, sebelumnya Tata perlahan membuka pintu. Takutnya si cowo masih diluar, ternya sudah tidak ada, Tata pun berjalan keluar toilet menuju kelasnya sambil mengikatkan jaket cowo tadi di pinggangnya supaya noda merah di bokongnya tidak terlihat..
Namun tanpa Tata sadari ada seseorang yang memperhatikannya berjalan dari jauh..
.................
Bel pulang pun berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas.
"Ta lo mau bareng gue.?lo enggak bawa mobil kan?" tanya Ega.
"Enggak usah gue nunggu pak Joko aja jemput gue." tolak Tata dan memilih menunggu joko supirnya..
Namun sudah hampir 1 jam joko tidak muncul.. Tata sudah tidak kuat menahan perutnya yang keram karena hari pertama datang bulan, bibirnya sudah pucat, keringat dinginpun membasahi pelipisnya, kalian bisa tau bagaimana sakitnya hari pertama datang bukan bukan,? Dan sialnya lagi pak joko juga tidak bisa di hubungin..
Tata pun memaksakan diri berjalan ke halte depan untuk naik kendaran umum, karena dari tadi tidak ada taksi yang lewat...
Tapi saat di tengah jalan saat menyebrang Tata merasakan perutnya semakin sakit, kepalanya terasa berat, pandangannya mulai berkunang-kunang sampai terdengar suara klakson mobil yang mengagetkan Tata.
Ttttiiiiiiiiiiiiiittttttttttttt.
Tata pun refleks menunduk dan langsung jatuh, pandangannya mulai kabur, terlihat samar-samar seorang pria menghampiri dan mengangkat tubuh Tata sambil menanyakan keadaan Tata, namun seketika pandangan Tata gelaaapp.
.....................
Tata memfokuskan pandangannya, beberapa kali ia mengerjapkan matanya, pandangannya mengitari ruangan yang sekarang ia tempati, wangi maskulin langsung menyeruak indra penciumannya ia berada di dalam ruang kamar minimalis dengan kaca kaca mendominasi.
Tiba-tiba terdengar suara bariton seorang pria.
"Echeemm sudah bangun?"tanya nya.
Dilihatnya seorang pria tengah bersandar di pinggir pintu masuk, tubuhnya yang tinggi dan kekar dengan garis rahang tegas dan mata ber iris abu, rambut yang sedikit acak-acakan berwarna dark borwn, sugguh pesona yang bisa membuat Tata tidak bisa mengedipkan matanya.
Pria itu berjalan ke arah Tata dan mendekat kan punggung tangannya ke kening Tata.
"Sudah selesai mengaguminya hem?" ucap si pria dingin dan langsung membuat Tata tersadar kembali dari kekagumannya.
"Oh iya." hanya itu yang Tata ucapkan.
"Kau tadi pingsan di tengah jalan dan hampir membuat mobil ku penyok karena hampir menabrak gadis ceroboh yang akan menyebrang jalan." ucapnya.
What....!!Apa katanya barusan mobil penyok, dia lebih mengkawatirkan benda dari pada nyawa orang, ternyata muka tampan tidak menjamin hatinya juga tampan, batin Tata menggerutu.
"Maaf sudah merepotkan om." ucap Tata tidak berani.
melawan dan menunduk.
Ucapan tata membuat si pria yang hendak keluar kamar berbalik menatap tajam ke arah Tata, seakan tatapan nya membunuh.
"Apa kau bilang om , ku kira aku tidak setua itu." jawab si pria dingin.
Terus gue harus bilang kaka gitu, dasar pak tua tidak tau diri batin Tata, Tata hanya diam tanpa menjawab perkataan si pria berwajah tampan itu.
"Sebentar lagi supirmu akan datang menjemput, tadi dia terus saja menghubungi ponselmu dan aku rasa aku harus mengangkatnya."
Setelah berkata si pria langsung pergi keluar kamar.
Beberapa menit kemudian pak Joko datang menjemput, Tata pun siap-siap untuk pulang, rasanya tidak tahan berlama-lama di rumah pak tua itu.
Tata berjalan keluar kamar,
saat hendak berbelok ke arah tangga tiba-tiba.
Bbuuuukkkkkkk.
Sontak membuat Tata membeku dan seketika lutunya gemetar.