Tata memeluk mamah dan papahnya erat, rasanya tidak ingin melepaskan mereka.
"Tata sayang sudah dong,bentar lagi pesawatnya berangkat"ucap Fito.
"Pah Tata ikut ya ya ya masa Papah sama Mamah tega ninggalin Tata sendirian sih."ucap Tata sambil memeluk kedua orang tuanya dengan erat,rasanya berat melepaskan mereka.
Padahal Tata sudah sering di tinggal sendiri disaat Fito dan Alya sang Mamah pergi keluar Negri untuk pertemuan bisnis Fito, tapi entah kenapa kali ini Tata sangat ingin ikut bersama mereka.
"Sayang cuman tiga hari kok,biasanya juga di tinggal seminggu enggak apa-apa."jawab Alya menenangkan.
Ya terpaksa Tata melepaskan pelukannya meskipun berat karena pesawat ke Singapur sebentar lagi akan berangkat.
"Hati-hati dirumah ya sayang,jangan keluyuran kemana- mana, bangun pagi jangan telat melulu,kalau ada apa apa langsung hubungin kam.i"
Cup cup
Alya dan Fito berjalan meninggalkan Tata yang masih berdiam diri sampai mereka memasuki Pesawat.
***
Setibanya dirumah Tata duduk di ruang tengah sambil membuka sepatunya.
"Bi,bi inah..!" panggil Tata.
"Iya Non." jawab Wanita paruh baya yang bernama Bi Inah, ya Bi Inah adalah pembantu keluarga Tata dari Tata bayi mungkin sampai sekarang.
"Bi, Tata haus, pengen yang seger-seger Bibi bikinin Tata jus jeruk ya!" pinta Tata.
"Baik non." jawab Bi Inah sambil berlalu ke arah dapur.
Tidak lama Bi Inah datang dengan segelas jus di tangan dan langsung di teguk habis oleh Tata.
***
Esoknya di sekolah
"Wiiihh ada angin apa nih seorang Averta Zuliana dateng pagi-pagi ke Sekolah." ucap Ega memasuki ruang kelas dan melihat Tata sudah duduk manis.
"Iya nih enggak ada angin enggak ada hujan, gimana caranya tuh bisa bangun pagi?" tanya Imel.
"Berhubung Bokap Nyokap enggak ada jadi gue bertekad bangun pagi sendiri, cara gampang gue pasang alarm hp, jam kamar gue, jam di kamar bonyok, jam Bi inah gue setel bebarengan di kamar gue gampangkan.." jawab Tata dan sontak membuat kedua sahabatnya melongo mendengar penjelasan Tata.
***
"Kalian mau ya nginep di rumah gue sepi nih di rumah sendirian. "bujuk Tata kepada ke dua sahabatnya.
"Gue enggak bisa, soalnya ada sepupu dirumah gue, enggak mungkin kan gue tinggalin." jawab Ega.
"Gue bisa deh tapi tanya nyokap dulu deh,okay." ucap Imel.
Dan akhirnya Imel yang menemani Tata selama dua hari ini...
***
"Non,Tuan dan Nyonya jadi pulang hari ini.?" tanya Bi Inah.
"Iya bi,mungkin nanti jam dua Pesawatnya sampai."
"Ohh kalau gitu Bibi siap-siap masak dulu deh".
Tata pun beranjak ke kamarnya sebelum menjemput kedua orang tuanya Tata memilih untuk berendam merelakskan pikirannya yang seminggu ini di paksa bekerja keras untuk ulangan Matematika, kimia dan fisika.
Setelah puas menenangkan fikirannya Tata bersiap siap untuk pergi ke Bandara...
Tata berjalan menuruni anak tangga dan menuju ruang keluarga untuk mengambil kunci Mobil yang tadi dia letakan d meja,saat hendak pergi Tata di kejutkan oleh berita jatuhnya Pesawat Terbang tujuan Singapur -Jakarta dengan no Penerbangan K-251z dan itu adalah Pesawat yang sama dengan Pesawat yang kedua orang tuanya tumpangi, seketika itu juga tubuh Tata serasa di tindih bebaban berat, tidak sanggup lagi menahan tubuhnya Tata jatuh, air matanya tidak dapat lagi dibendung...
Tanpa menunggu lama lagi, Tata berlari keluar rumah menuju Mobil putih kesayangannya, melaju ke Bandara untuk memastikan kebenaran berita yang tadi Tata lihat.
***
Hiruk pikuk memenuhi ruang informasi Bandara, keluarga korban silih berdatangan untuk memastikan kabar yang mereka dengar..
Termasuk Tata , dia berlari kesana kemari demi memastikan keberadaan kedua orang tuanya.
"Ibu dan Bapa sekalian diharapkan tenang terlebih dahulu, kami dari pihak Maskapai Penerbangan sedaang memastikan titik jatuhnya Pesawat kami dan apabila telah dapat informasi kami akan segera memberitahukan kepada saudara sekalian." hanya itulah penjelassan dari pihak Maskapai.
Tata tidak lagi punya tenaga untuk berdiri air matanya terus jatuh membasahi pipinya, bagaimana jika benar kedua orang tuanya berada dalam pesawat itu...
Tata enggak mau sendiri Mah Pah , apa yang harus Tata lakukan,Tata cuman punya Mamah dan Papah,,siapa yang akan menemani Tata lagi dikala Tata sedih dan senang.
'Tata mohon Tuhan lindungilah kedua Orang Tua Tata dimanapun mereka batin Tata.'
Di tengah berkecamuknya fikiran tata tiba -tiba terdengar seseorang memanggil namanya
"Tataaa.!!"