Alarmnya berdering nyaring sehingga Jessica tergerak untuk mematikannya. Ia meliriknya jamnya kemudian berusaha meraih jam beker di atas nakas. Ketika menatap pukul berapa sekarang ia menggerakkan tubuhnya sejenak. Sebelum akhirnya memutuskan untuk bangun dari tidur. Rasanya sungguh melegakan sekali. Jessica lantas bangkit dari tidurnya. Ketika dalam posisi duduk ia menatap lelaki yang masih tidur di sebelahnya. Alex selalu saja tidur nyenyak. Baguslah. Jessica bersyukur suaminya itu masih bisa tertidur setelah didera pekerjaan yang begitu banyak. Seraya menguap ia melangkah menuju wastafel di kamar mandi kamarnya. Ia menggosok gigi sambil menatap bayangannya di cermin dengan malas. Rasanya ia masih kekurangan tidur dan tubuhnya benar-benar lelah. Bukan alarm yang memaksanya untuk bangun s

