Lengannya terasa ditarik dan secara tiba dan seketika punggung Jessica menabrak dinding. Kejadiannya begitu cepat sehingga kini secara tiba-tiba Alex telah berada di hadapannya dengan jarak sangat dekat. Jessica terkejut bukan main. Ia baru saja keluar dari toilet dan sekarang dia sudah berada di koridor yang sepi dengan hanya bersama Alex. “Alex,” gumamnya terkejut. Wajah mereka begitu dekat sehingga Jessica bisa merasakan hembusan napas Alex. Jessica dapat menatap mata Alex dengan jarak begitu dekat. Dan menyadari betapa wajah lelaki itu nampak gusar. “Apa yang kau lakukan?” tanya Jessica. “Aku yang seharusnya bertanya begitu kepadamu, Jess. Apa yang sebenarnya kau lakukan?” Jessica berusaha menenangkan dirinya dengan tertekeh hambar. Ia memberanikan menatap Alex. Sungguh Jessica

