"Gerald." "Hmm." Gerald memejamkan matanya merasakan kembali aroma lemon segar di tubuh Marina. Ia sudah tidak pernah sedekat ini selama seminggu. Rasanya tidak tertahankan untuk berbuat lebih dan lebih. Ia sekali lagi menciummi leher Marina sembari menikmati dalam-dalam aroma lemon yang mengikat hidungnya. "Gerald tunggu." Gerald merasakan tangan Marina yang seolah mencoba menjauhkan tubuhnya. Ini mengesalkan, tapi jika ia membantah Marina, pasti akan berakhir lebih buruk dari ini."Ada apa lagi?" "Handphonemu berbunyi. Angkatlah mungkin itu penting." Gerald menatap malas Marina, tapi pernyataan gadis itu ada benarnya. Tapi kebutuhannya juga sama pentingnya. Tapi Gerald akan mengangkatnya, hanya untuk Marina. "Baiklah." Gerald menatap layar handphonenya."Dari Lucy." Lalu mengangkatny

