Dhani sudah mengumpulkan semua karyawan baru dan juga beberapa karyawan lama. Beberapa lagi, sengaja masih berada di resto untuk melayani para pengunjung. Pagi seperti ini, resto biasanya masih belum terlalu ramai. Mereka sudah berbaris di area dapur yang memang cukup luas. Menunduk seraya menunggu bos besar mereka datang. “Selamat pagi, semuanya ... apa kabar?” Reinald datang dan menyapa karyawannya dengan ramah. Senyumnya membuat setiap wanita yang ada di sana meleleh. “Pagi, Pak ....” “Bagaimana? Betah bekerja di sini?” “Betah, Pak ....” “Bagaimana tidak betah, bosnya ganteng gini, hehehe.” Semua mendengar ocehan seorang karyawan wanita. “Hhmm ... siapa tadi yang bersuara?” Reinald tersenyum ramah, ia tidak marah. Namun ia penasaran, siapa yang berani menjawab seperti itu ditenga

