BAB 39 – Berubah

1690 Kata

Andhini mulai pusing, tubuhnya kian melemah. Tiba-tiba suara tangisnya hilang. Andhini pingsan. Reinald masih kesal, pria itu belum menoleh sama sekali ke arah Andhini. Kepalanya mendidih oleh penolakan yang di berikan kekasihnya. Pria itu sangat marah. Kenapa tangisan Andhini berhenti? Reinald membatin. Tubuh Reinald berbalik, matanya menatap pemandangan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia melihat tubuh Andhini tergelak, sama sekali tak bergerak. Reinald segera menghampiri, “Dhini ... Andhini ... ada apa denganmu, sayang. Andhini ....” Reinald cemas, pria itu panik. Reinald memegangi pergelangan tangan Andhini, nadi Andhini masih bergerak. Wanita itu masih hidup. Reinald mengambil air dan memercikkan air itu ke wajah Andhini, namun wanita itu masih tidak sadark

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN