Tanggapan itu hanya berupa kedua alis Xander yang terangkat, dia memalingkan wajah entah enggan sekali menikmati menu dengan aroma khas. Dia sempat mencicipi rasanya, enak. Namun, suasana di sana mendadak kehilangan keharmonisan. Lama, Xander hanya menatap ke sekeliling sampai akhirnya dia keluar tanpa bicara sedikit pun. Gisha yang melihat hal itu bergegas menyusul, dia langsung meraih tangan suaminya. "Maaf ya Mas kalau aku ketawa sampai bikin kamu malu." sesal Gisha berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengulangi. "Enggak sayang, Mas tau itu bukan kamu. Maksudnya… Sengaja bikin suasana jadi meriah, walau ada dia." ungkap Xander menyebut Ayahnya. "Jangan gitu, Mas! Papi orang yang berjuang untuk kehidupan Mas di dunia ini, orang paling berjasa bagi seorang anak." Gisha tetap ber

