Rasanya semua yang dilakukan terlihat aneh, saat Gisha sedang membetulkan kancing dan memasang dasi, dia gugup ketika wajah Xander sangat dekat. Aneh. Bahkan napas itu terlalu menyolot untuk berada lebih jelas. Aroma telah memasang sebuah makna sendiri dan Gisha langsung merasakan hangat bibir itu berada di bibirnya. Satu kecupan, bahkan Xander sempat mengulang lagi dengan menyesap lembut seolah rasa yang pantas. Mereka saling menatap, sekilas Gisha hanya melakukan itu sampai akhirnya tertunduk lagi. Tetapi, Xander tidak memberi kesempatan dan justru mengulang perbuatan tersebut. Lama, keduanya saling menakutkan lidah. Kemudian tangan Gisha mendorong ringan d**a Xander, dia pun tersadar telah melakukan sebagaimana mestinya perasaan rindu selama ini. "Maaf, um… Jangan marah!" Tidak ada j

