Pada tempat yang telah ada, Adhisti dibawa ke salah satu ruangan agar mendapat perawatan intensif. Ditangani oleh 2 dokter spesialis, dia sempat menatap sekitar hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Sementara di luar, di ruang tunggu berdiri Frada berusaha menelepon Nathan. Tetapi, tangan Tristan langsung menggapai ponselnya. "Apa-apaan? Kembalikan!" "Jangan lakukan apa pun! Bahaya!" jawab Tristan agar Frada tidak melakukan hal macam-macam. "Aku bukan mau melakukan macam-macam, aku cuma…," Tristan melihat lagi nama yang tertera di layar ponsel. "Dengan menghubungi Ayahmu? Begitu?" "Memangnya kenapa? Bukannya Papi juga terlibat dalam kasus ini? Adhisti seperti Ini juga karena Papi, dia yang menyebabkan pikiran juga perasaan wanita itu menjadi kacau!" tandas Frada tidak main-main. "Kamu

