Rupanya Nathan bukan hanya bertanya, Frada mendapati Ayahnya itu datang menghampiri. Dia seketika panik, menoleh ke arah Tristan yang sedang berdiri. "Kamu, ngapain di situ? Sana pergi, sembunyi atau gimana terserah!" Tidak ada pergerakan berarti yang dilakukan Tristan, dia hanya tersenyum kecil saat Nathan benar-benar sudah dekat. "Terlambat, Nona." Frada memejamkan mata. Panik juga tidak tidak berkata apa-apa, kemudian Nathan sudah berada di belakangnya. "Pi, maaf. Tadi…," Tiba-tiba saja Tristan sudah lenyap, sehingga Frada tidak perlu membuat banyak alasan. "Eh, Pi. Kenapa?" "Apa nya? Kamu ini makin enggak jelas!" Nathan memang sering memperhatikan tingkah Frada akhir-akhir ini. "Enggak jelas gimana? Ya… Aku sih biasa aja," Frada menatap ke sekelilingnya. "Papi yang berlebihan, aku

