"Tunggu bentar, jadi Mama_____" "Ya, Nak. Jika kamu bersedia, nikahilah Aliyah...." Waktu di sekitarnya seolah berhenti saat itu juga setelah Sakti mendengar ucapan Mamanya itu. Pikirannya seketika kosong. Dia mematung di tempat dan terlihat tidak bergerak sama sekali. "Mama tahu banget ini pasti membuat kamu terkejut tapi, Rahma adalah sahabat Mama. Setengah umurnya dihabiskan bersama Mama. Mama gak perlu jelasin apa-apa aja yang udah dilakukan Rahma untuk Mama selama ini, yang jelas ada begitu banyak hal yang membuat Mama berhutang budi padanya. Dan sekarang, Mama ingin sedikit membantunya dan jika bisa, Mama ingin sekali meringankan bebannya itu. Mereka bahkan sudah berniat pindah dari lingkungan ini, Nak. Tapi menurut Mama, pindah tempat tinggal bukanlah solusinya. Di mana pun mere

