Jevian 66

1836 Kata

Briana duduk berhadapan dengan Clara di ruang tamu apartemen yang terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Udara sore masuk melalui jendela besar, tirai tipis bergoyang pelan, namun suasana di antara mereka sama sekali tidak ringan. Clara duduk dengan kedua tangan saling menggenggam di pangkuannya, wajahnya pucat, sorot matanya menyimpan kelelahan yang tak bisa lagi disembunyikan. Briana memperhatikan Clara lama sebelum akhirnya membuka suara. Sebagai seorang ibu, ia tahu kapan harus berbicara dan kapan harus menunggu. Kali ini, ia memilih berbicara lebih dulu. “Kamu terlihat sangat lelah,” ucap Briana pelan. “Dan itu bukan karena pekerjaan.” Clara tersenyum tipis, senyum yang tidak pernah sampai ke matanya. “Saya hanya… bingung, Tante.” Briana menghela napas. Ia menggeser duduknya sedik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN