Selepas menikmati hidangan kue buatan Dolores dan ibu mertuanya, Sherry mengajak Dylan untuk mengobrol secara pribadi di kebun samping rumah. Sudah hampir seminggu ditinggalkan, bunga-bunga kebunnya telah dirawat dengan baik. Salah satu alasannya sangat menghormati Eric adalah pria itu menghargai hobinya. Berkebun dan memelihara bunga adalah kebiasaannya sejak dahulu. Ia berpikir menikah dengan Eric dan membiarkan rumahnya dikuasai artinya kebun ini berakhir menjadi kenangan. Namun nyatanya tidak seperti itu. Sherry dan Dylan duduk di kursi taman bunga itu, tepat menghadap ke pohon mawar putih yang sedang bersemi. Suasana sangat indah, romantis dan harum. Siang hari yang terik terasa begitu syadu ketika berada di taman ini. “Aku dulu mengira Eric akan menghancurkan tempat ini.” Sherry me

