Bukan madu Sherry dan Eric berlangsung intim, begitu pula dengan piknik mereka hari ini. Eric mampu menyembunyikan perasaan curiganya pada Sherry dan fokus kebahagiaan mereka berdua, terutama Sammy. “Anak manis.” Eric membelai rambut Sammy yang sedang tidur dalam dekapannya. Dia masih duduk di samping sang istri, dengan pusat pandangan mengarah ke aliran sungai pepohonan Cemara ini. “Dia memang lucu, Eric, sangat akrab denganku sekarang.” Sherry ikut mengelus rambut anak itu. “Kau memang pintar mendapatkan hati seseorang, Sherry,” puji Eric sembari berdiri perlahan, “sebentar, aku akan menidurkan Sammy dahulu, kau disini saja, aku ingin mengobrol lagi denganmu dan suasana sekitar sini sangat mendukung untuk mengobrol.” “Tentu.” Eric bergegas pergi meninggalkan Sherry sendiri. Selama p

