Eric menahan diri untuk tak terlihat bersemangat. Dia duduk di kursi belakang meja dengan memasang wajah culas. Ia sengaja mengganti jasnya agar pargum menyengat para wanita tadi tak mengganggu mereka. Selain merapikan bajunya, dia juga menutup semua foto meja yang memperlihatkan sisi cantik dari Sherry Saunders. Ya. Potret wanita itu hampir memenuhi meja dan laci. Dimanapun Eric berada, akan selalu ada gambar Sherry. Obsesi Eric makin lama memang makin menggila. Dia sendiri tidak menyadari itu. Semakin merasa ditolak, semakin penasaran. Mr. Saunders menghadap pada pria itu. Wajahnya tampak lebih tua, lesuh dan gelisah. Tubuhnya makin kurus dan penuh keriput. Dia tidak peduli dengan dirinya sendiri. Hutang menumpuk, pikiran bertambah, tak lagi bisa berpikir jernih. Mereka berdua berad

