Acara berlangsung sangat meriah. Banyak tamu undangan yang hadir dan memberikan ucapan selamat kepada Akbar dan Kiandra. Juna memperhatikan istrinya yang diam melihat sekeliling. "Kenapa?" tanyanya, membuat Jihan seketika menoleh. "Hm?" "Kamu kenapa, Jihan?" Jihan mengulas senyum sambil menggeleng pelan. "Enggak apa-apa kok, Mas." Juna menghela napas. Ia tahu, mungkin Jihan merasa iri karena acara lamaran mereka sangat-sangat sederhana. Bahkan, keduanya tidak bertemu. Hanya melalui Erwin dan Santi. Kisah mereka dan kisah Kiandra-Akbar tentu saja berbeda. Juna dan Jihan menikah begitu mendadak dan tanpa proses pendekatan terlebih dahulu, sementara Akbar dan Kiandra jelas sekali mereka telah menjalin hubungan yang cukup lama, sampai akhirnya Akbar mantap untuk mengajak Kiandra ke je

