Udara semakin dingin terasa. Kakinya dipaksa untuk terus melangkah, meski ini bukan pengalaman pertama dirinya mendaki gunung, akan tetapi jalur pendakian yang semakin landai serta beban dipunggung membuat perempuan berusia dua puluh tahun itu kelelahan. Jumlah orang yang ikut mendaki ada delapan belas orang. Jihan berada di posisi belakang tapi tidak paling akhir. Ada Keandra yang berjaga di paling belakang dengan Darel. Dan Alfa berada tak jauh di depan Jihan. Wulan menghentikan langkahnya dengan napas terengah-engah. "Capek banget. Ini kapan sampainya sih?" "Shuttt, gak boleh ngeluh. Semangat! Kamu pasti bisa!" Jihan menepuk-nepuk pundak Wulan, memberinya semangat walau dirinya juga merasa lelah. Wulan mengerucutkan bibir. Menoleh kebelakang pada Darel. "Kakak Tamvan yang di sana,

