Masa magang selama tiga bulan akhirnya selesai, Ayla tak akan menyebut bahwa masa tiga bulan itu tidak terasa, sebab ia sangat merasakan waktu yang bergerak begitu lambat padahal ia sudah muak dengan rutinitas di super market yang melelahkan. Ia lebih menyukai menjadi siswa biasa yang duduk di kursi kelas, lalu mewarnai di jam jam kosong. Rutinitas magang terlalu melelahkan baginya yang jarang beraktivitas banyak. Jadi, dengan berakhirnya masa magang, Ayla benar benar mengucap syukur sebanyak banyaknya. Ia tidak harus lagi menggunakan pakaian hitam putih, masuk shift siang, lalu hanya libur seminggu sekali dan itu pun di hari biasa. Setidaknya, masa magang ini membuatnya menyadari satu hal, bahwa bekerja di super market dan usaha usaha sejenisnya sangat melelahkan. Saat lulus nanti, ia

