Kekosongan

2205 Kata

"Ma, kan Rali udah bilang untuk gak hubungi Bang Alvin lagi." Ia langsung mengomel begitu Alvin pulang usai mengantarnya. Mamanya tentu tak mendengar komplain itu. Lebih memilih tutup mulut. Ia hanya bisa menghela nafas. Bingung juga bagaimana lagi harus menghadapi Mamanya yang terus menerus berkonfrontasi dengan hal-hal semacam ini. Ya walau besok-besoknya, suasana rumah sudah tak lagi bersitegang. Sudah baik-baik saja karena Rali memilih fokus pada pekerjaan. Sementara itu, Rafa juga sudah pulang ke rumah. Lelaki itu kembali sibuk dengan pekerjaannya. Ya walau diusik juga oleh satu pertanyaan dari Mamanya. "Sudah ada jawaban dari Rali?" Jawabannya tentu belum ada. Ia selalu memberikan pengertian. Ya memang tak mudah memutuskan. Apalagi ia tahu keluh kesah Rali untuk mempertimbangkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN