Penyesalan Itu

2537 Kata

Benar-benar udah gila lo, Shaaaaan! Batinnya menjerit. Ia tak tahu kenapa sebegitu mudahnya untuk menerima lamaran itu. Aaah gilaaak. Bahkan mamanya sampai bertanya berkali-kali. "Yakin kamu?" Ia hanya bisa menunduk. Hahahaha. "Kalo belum yakinnya jangan diterima." Ia tak tahu kenapa memang malah jadi begitu. Ia menarik nafas dalam. Haah. Beratnya. "Bismillah, ma." Malah jawaban itu yang diberikan olehnya. Sedari dulu, ia memang begini. Tipe orang yang tidak suka memberatkan masalahnya pada orang lain. Ini keputusannya mesmi tak dipikirkan matang-matang. Tapi ia bukan tipe orang yang akan berlari dari kenyataan apalagi keputusan yang sudah ia buat. Ia bukan tipe orang yang dengan mudahnya mempermainkan perasaan orang lain. Ia tahu itu. Maka? "Yakin? Nikah harus sekali loh. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN