Shana tentu saja menunggu. Namun hingga tengah malam pun tak ada kabar. Padahal ia sudah menelepon Andra. Namun tak diangkat. Pesannya? Tak satu pun dibalas. Ia jelas menangis lah. Ini baginya lebih mengerikan dibandingkan ketika ia kehilangan arah di Washington hingga akhirnya kecopetan dan kehilangan segalanya. Ini jauh lebih parah. Mas marah sama Shana? Mas, maaf. Shana gak nemuin dia kok. Tapi dia ganggu Shana terus selama di sini. Mas? Maaaas? Maaas? Ia sampai merengek. Andra? Usai menelepon mamanya sembari menyiapkan barang-barang untuk keberangkatanhya, ia malah tidur. Ya kan capek. Akhir-akhir ini ia menghindari berada banyak di apartemen karena hanya akan teringat oleh Shana. Paginya Andra baru bangun sih. Ada puluhan panggilan dari Shana. Perempuan itu pasti benar-benar ket

